Zhipu AI Batasi Akses Coding Agent karena Permintaan Melonjak: Perjalanan dari Lab Akademik Menuju Unicorn AI China

Zhipu AI Batasi Akses Coding Agent karena Permintaan Melonjak: Perjalanan dari Lab Akademik Menuju Unicorn AI China

Sejarah Zhipu AI: Dari Kampus Tsinghua ke Panggung Global

Zhipu AI didirikan pada tahun 2019 sebagai spin-off dari Departemen Ilmu Komputer Universitas Tsinghua di Beijing, salah satu universitas paling bergengsi di China. Perusahaan ini lahir dari akar akademik dengan dua pendiri utama: Tang Jie dan Li Juanzi, keduanya profesor terkemuka di Departemen Ilmu Komputer dan Teknologi Tsinghua yang awalnya berfokus pada penelitian knowledge graph dan kecerdasan buatan.

Hari-hari Awal dan Tantangan

Pada masa-masa awalnya, Zhipu AI beroperasi dari Tsinghua University Science Park di Beijing, sebuah hub inovasi teknologi utama. Startup ini menghadapi tantangan signifikan dalam mengamankan investasi awal karena statusnya sebagai usaha akademik tanpa model bisnis yang jelas. Namun, perusahaan menerima dukungan krusial berupa ruang kantor gratis selama tiga bulan dari komisi administratif Zhongguancun Science Park.

Titik Balik Strategis

Tahun 2020 menjadi titik balik bagi Zhipu AI ketika perusahaan mulai mengembangkan teknologi large language model (LLM) di samping bisnis knowledge atlas-nya, mengenali potensi transformatif dari teknologi ini. Keputusan strategis ini terbukti sukses, mengarah pada putaran pendanaan besar pada September 2021 yang berhasil mengumpulkan sekitar $15 juta dari ventura kapitalis lokal.

Pertumbuhan dan Pendanaan

Hingga tahun 2023, Zhipu AI telah mengumpulkan pendanaan kumulatif senilai ¥2,5 miliar (sekitar $350 juta) dengan dukungan dari raksasa teknologi Alibaba dan Tencent, serta investor lainnya termasuk Meituan, Ant Group, dan Xiaomi. Perusahaan telah berkembang menjadi lebih dari 800 karyawan, dengan 60-70% di antaranya berfokus pada penelitian dan pengembangan.

Rebranding dan Debut Publik

Pada tahun 2025, perusahaan melakukan rebranding internasional menjadi Z.ai, meskipun tetap mempertahankan nama Beijing Zhipu Huazhang Technology Co., Ltd. untuk pasar domestik. Lonjakan terbesar datang pada 8 Januari 2026, ketika Zhipu resmi go public di Hong Kong Stock Exchange dengan mengumpulkan $558 juta pada valuasi sekitar $6,7-9 miliar, menjadi perusahaan AI China besar pertama yang mencapai listing publik.

Saham perusahaan mengalami antusiasme luar biasa dari investor ritel yang oversubscribed hingga 1.159 kali, dengan harga penawaran HK$116,20 dan menutup perdagangan perdana 13,2% lebih tinggi pada HK$131,50.


GLM-4.7: Coding Agent yang Mengguncang Pasar

Zhipu AI dikenal luas melalui seri model open-source bernama GLM (General Language Model) yang menawarkan biaya inferensi rendah dan performa tinggi, terutama pada tugas coding dan agen. Model andalannya, GLM-4.7, berhasil menempati peringkat teratas di antara pesaing open-source dan bahkan melampaui sistem tertutup seperti Claude Sonnet 4.5 dalam berbagai benchmark.

Fitur Unggulan GLM-4.7

Kemampuan Coding Multi-bahasa

  • Mendukung tugas tingkat proyek yang kompleks dengan berbagai bahasa pemrograman
  • Integrasi ke terminal agent untuk solusi dunia nyata
  • Menangani backend dan lapisan aplikasi modern seperti TypeScript dan Kotlin

Agentic Coding Workflows

  • Berfokus pada "penyelesaian tugas" secara otonom
  • Memahami kebutuhan, mendekomposisi solusi, dan menghasilkan kerangka kode yang dapat dieksekusi sepenuhnya
  • Koordinasi frontend-backend, interaksi real-time, dan panggilan perangkat

Mekanisme "Think Before Acting"

  • Implementasi penalaran yang stabil dalam berbagai framework seperti Claude Code, Kilo Code, TRAE, Cline, dan Roo Code
  • Mode Preserved Thinking untuk reasoning jangka panjang dengan multi-turn tasks

Varian GLM-4.7-Flash: Solusi Hemat Biaya

Varian GLM-4.7-Flash hadir sebagai alternatif yang lebih ekonomis bagi pengembang:

Metrik Harga
Input Tokens $0,07 per juta tokens
Output Tokens $0,40 per juta tokens

Model ini menggunakan arsitektur MoE (Mixture of Experts) yang efisien dengan 31 miliar parameter dan hanya mengaktifkan 5 dari 64 expert per token, secara signifikan mengurangi beban komputasi sambil mempertahankan performa yang kompetitif.


Lonjakan Permintaan yang Tak Terduga

Setelah peluncuran GLM-4.7, Zhipu AI mengalami lonjakan permintaan yang jauh melampaui ekspektasi. Trafik online perusahaan meningkat hingga lima kali lipat, membanjiri kapasitas server dan mengancam kualitas layanan bagi pengguna yang sudah ada.

Pembatasan Akses: Langkah Darurat

Akibat lonjakan permintaan ini, Zhipu mengumumkan kebijakan pembatasan yang mengejutkan: hanya akan menerima 20% dari langganan harian baru untuk paket GLM Coding Plan. Keputusan ini diambil sebagai langkah pelindung untuk mempertahankan stabilitas layanan dan kualitas pengalaman bagi pengguna yang sudah terdaftar.

Distribusi Pengguna Global

Pengguna paket coding Zhipu terutama terkonsentrasi di dua pasar terbesar:

  • Amerika Serikat
  • China

Dengan adopsi sekunder yang signifikan di India, Jepang, Brasil, dan Inggris. Distribusi geografis ini mengindikasikan daya tarik yang kuat dari alat coding AI Zhipu di kalangan pengembang di pasar teknologi paling kuat di dunia—termasuk di AS meskipun adanya ketegangan politik dan teknologi yang mengelilingi alat AI asal China.

Adopsi Komunitas Pengembang

Adopsi pengembang berlangsung dengan sangat cepat, dengan integrasi komunitas ke dalam alat-alat seperti:

  • Claude Code
  • Cline
  • OpenCode
  • Roo Code
  • TRAE

Dukungan infrastruktur juga mengikuti dengan cepat—vLLM mengumumkan kompatibilitas "day-zero" dan berbagai alat populer lainnya menambahkan dukungan tak lama setelah rilis, yang menunjukkan minat kuat dari pengembang terhadap alternatif coding yang dapat di-deploy secara lokal.


Model Bisnis dan Strategi Masa Depan

Fokus On-Premise Deployment

Berdasarkan laporan keuangan paruh pertama 2025, pendapatan dari on-premise deployment mencapai RMB 162 juta (sekitar $23 juta), yang mewakili 84,8% dari total pendapatan sebesar RMB 191 juta ($27 juta). Deployment ini terutama melayani klien yang membutuhkan kedaulatan data yang ketat—BUMN, bank, dan lembaga pemerintah yang tidak dapat menggunakan layanan AI berbasis cloud.

Valuasi dan Kompetisi

Meskipun valuasi Zhipu sekitar $6,7-9 miliar mengesankan, angka ini masih jauh di bawah kompetitor AS:

  • Hanya kurang dari 5% dari valuasi OpenAI yang dilaporkan sekitar $500 miliar
  • Sekitar 7% dari valuasi Anthropic sekitar $350 miliar

Namun, posisi Zhipu sebagai pemimpin dalam peringkat open-source AI dengan GLM 4.7 memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan, terutama di pasar yang sensitif terhadap biaya dan privasi data.


Implikasi dan Tantangan Ke Depan

Keputusan Zhipu AI untuk membatasi akses ke coding agent-nya mengirimkan sinyal menarik tentang lanskap AI global:

  1. Kebangkitan Kompetitor China: Zhipu telah membuktikan bahwa perusahaan AI China dapat menghasilkan produk yang kompetitif dan diminati secara global, bahkan di pasar barat.
  2. Tantangan Infrastruktur: Lonjakan permintaan menunjukkan minat yang luar biasa terhadap alternatif coding AI yang lebih terjangkau, namun juga menyoroti tantangan dalam skalabilitas infrastruktur.
  3. Dilema Pertumbuhan: Pembatasan akses sementara menciptakan momentum dan eksklusivitas, namun juga berisiko mengorbankan pangsa pasar jika kompetitor dapat memenuhi permintaan yang tidak terlayani.
  4. Peluang Ekspansi: Dengan modal dari IPO dan produk yang diminati, Zhipu memiliki sumber daya untuk memperluas kapasitas dan menantang dominasi pemain AI barat dalam pasar coding tools.

Penutup

Perjalanan Zhipu AI dari laboratorium akademik Tsinghua ke perusahaan publik dengan valuasi miliaran dolar adalah cermin dari ambisi China dalam menguasai teknologi AI generatif. Lonjakan permintaan untuk coding agent GLM-4.7—hingga harus membatasi akses—menunjukkan bahwa perusahaan ini tidak lagi menjadi sekadar pesaing domestik, tetapi telah menjadi ancaman kompetitif nyata bagi dominasi AI barat.

Bagi pengembang dan perusahaan di seluruh dunia, kehadiran alternatif seperti GLM-4.7 yang lebih terjangkau dan open-source menyediakan opsi berharga dalam ekosistem AI yang semakin kompetitif. Bagi Zhipu sendiri, tantangan selanjutnya adalah mengkapitalisasi momentum ini dengan meningkatkan kapasitas infrastruktur sambil menjaga kualitas dan inovasi produk.